Tanjung Layar adalah tempat wisata yang berada di Desa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Nama Tanjung Layar berasal dari dua karang berukuran besar yang menyerupai Layar Kapal Laut yang siap berlayar.

Pantai Tanjung Layar merupakan icon Wisata Sawarna yang wajib dikunjungi. Tempat yang cocok untuk selfie maupun Wefie, memiliki latar backround yang bagus, namun akan lebih bagus saat sunrise atau sunset, keindahannya akan berkali – kali lipat. Untuk yang liburan bersama pasangan (berdua), suasana sunset di Tanjung Layar sangat romantis, duduk di pinggir pantai dengan menghadap ke matari tenggelam itu sangat berkesan.

Selain dua karang berukuran besar, ditempat yang sama tepatnya berada sebelah timur Tanjung Layar ada cekungan karang yang menyerupai Tapak Kaki berukuran besar, mitosnya jejak tapak kaki ini merupakan Tapak Kaki Si Kabayan. Tapak Kaki serupa ditemukan juga di Jampang, Sukabumi.

Sejarah Tanjung Layar

Pada Jaman dulu Tanjung Layar dikenal dengan sebutan Java’s Eerste Punt atau “ujung pertama Pulau Jawa”, tepatnya pada Jaman Hindia Belanda.

Pada zaman Hindia Belanda dulu di sekitar Tanjung Layar adalah perkebunan kelapa (merupakan perkebunan milik Hindia Belanda), dan setelah Indonesia merdeka perkebunan  di kelola oleh pihak Perhutani daerah, dan setelah Sawarna mulai dikenal sebagai tempat wisata Pemerintah Daerah mengambil alih Tanjung Layar sebagai kawasan wisata.

Legenda Tanjung Layar

Menurut dongeng masyaraka yang beredar, dua karang besar di kawasan Tanjun Layar merupakan jelmaan dari dua buah kekuatan besar yang akan dijadikan Layar Kapal Sangkuriang untuk berlayar mengarungi Samudra Selatan ketikan akan melansungkan pernikahan dengan Dayang Sumbing, namun Sang Hyang Widi tidak mengizinkan kehendak Sangkuriang, maka diamuklah semua peralatan kapal termasuk layarnya, konon kapal tersebut ditendang ke sebelah utara menjadi Gunung Tangkuban Perahu, sedangkan layar-layar yang besar dilempar ke bagian selatan pulau Jawa menjadi karang yang kokoh dan tegar di pantai selatan Provinsi Banten, tepatnya desa sawarna, kecamatan bayah saat ini

Meski dari legenda Sangkuriang yang berkembang di Jawa Barat adalah berkisah tentang terbentuknya danau Bandung, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul, namun cerita tentang Tanjung Layar cukup dikenal di kalangan masyarakat Sawarna.(ref : Legenda Tanjung Layar – Wikipedia).

Aktiftas di Tanjung Layar

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat berada di Pantai Tanjung Layar seperti :

  • Fotografi (Selfie, Wefie, Landscape, dll)
  • Berenang,
  • Menikmati Sunset/Sunrise,

Tiket Masuk

Biaya masuk retribusi masuk pantai Sawarna cukup murah, hanya Rp 5.000,-/orang saja, itu sudah termasuk biaya masuk ke beberapa pantai di Sawarna, seperti Pantai Pasir Putih dan Tanjung Layar. Loket Tiket masuk berada di sebelum jembatan Gantung Sawarna. Ada 2 jembatan yang bisa digunakan, yang berada di Lapangan Sawarna dan di jalan utama Sawarna (Sebelah timur Lapangan).

Photo Wisata Tanjung Layar

Berikut beberapa photo Pantai Tanjung Layar dari berbagai sudut. Photo di ambil dari berbagai sumber, khususnya dari para wisatawan yang pernah liburan ke Sawarna.

 

Nah itu ulasan Tanjung Layar, rugi jika liburan ke Sawarna tidak mengujungi wisata yang satu ini. Oh ya jangan lupa tetap menjaga kebersihan alam dan pantai Sawarna dengan tidak membuang sampah sembarangan. Yuk liburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *